Tips Awet Muda.

Jum'at, 29 Oktober

2010, 14:37 WIB
VIVAnews - Siapa
tak kenal dengan
Ayu Dyah Pasha,
mantan
peragawati dan
model ini ternyata
menyimpan
segudang ilmu dan
rahasia tentang
awet muda.
Kepada sejumlah
wartawan, wanita
berdarah Makasar
yang aktif menjadi
presenter ini
memberikan kiat-
kiatnya.
"Saya sangat
menikmati hidup
ini dengan bekerja
tapi senang,
jangan buat hidup
ini jadi beban dan
terlalu berencana.
Kita berfikir positif
saja dengan diri
kita sendiri dan
orang lain," ujar
Ayu Dyah saat
ditemui di
Kawasan Ampera,
Kamis, 28 Oktober
2010.
Ayu juga
menuturkan
bahwa dirinya
banyak memetik
pelajaran dari
Anand Krishna,
guru spiritualnya
yang belum lama
ini terlibat kasus
pelecehan seksual
dan kini masih
menjalani proses
sidang.
"Saya belajar ke
Pak Anand Krishna
untuk menemukan
kebahagiaan.
Banyak masukan
yang beliau kasih
ke saya. Dan saya
tidak
mempermasalahkan
seperti apa yang
dituduhkan banyak
orang, bagi saya,
saya merasa awet
muda juga setelah
mendapat ilmu dari
beliau," ucap
pesinetron ini.
Ayu begitu
panggilan
akrabnya,
mengaku sangat
menikmati
rutinitas makan
sayur dan buah-
buahan setiap
harinya. Baginya
makanan itulah
yang membuat
dirinya selalu
fresh. "Saya
pencinta buah-
buahan, makanan
itu yang membuat
saya segar dan
tidak mudah kena
flu. Selain itu,
sayuran juga harus
selalu ada di setiap
makanan saya,"
katanya.
Ayu kurang begitu
menikmati
makanan seperti
daging. "Saya
jarang makan
daging, bukannya
takut tapi saya
kurangi agar tidak
gampang gemuk,
jadi cukup sayuran
saja," ujarnya.
Bintang sinetron
bersuara lembut
ini, juga mengaku
gemar olahraga
fitness yang sering
ia lakukan sendiri
di rumahnya.
"Saya selalu
fitness, karena
membuat tubuh
saya selalu segar
dan badan jadi
kencang," katanya.
-Narasumber,
VIVANEWS.COM

Tips Motìvasi Diri

buah karya Al Falaq
Arsendatama-

Rasanya banyak
diantara kita yang
punya “penyakit”
suka menunda-
nunda pekerjaan.
Penyakit ini, yang
sebetulnya adalah
kebiasaan,
seringkali
disebabkan
karena
kita malas
mengerjakan
sesuatu.
Malas
bangun dari tempat
tidur, malas pergi
olahraga, malas
menyelesaikan
tugas kantor, dll.
Menurut penelitian,
kebiasaan malas
merupakan
penyakit
mental
yang timbul karena
kita takut
menghadapi
konsekuensi
masa
depan. Yang
dimaksud dengan
masa depan ini
bukan hanya satu
atau dua tahun
kedepan tetapi satu
atau dua menit dari
sekarang.
Contohnya
saja
ketika Anda malas
dari bangun, Anda
akan berkata dalam
hati: “Satu menit
lagi saya akan
bangun”, tetapi
kenyataannya
barangkali
Anda
akan berlama-lama
di tempat tidur
sampai akhirnya
memang waktunya
tiba untuk siap-siap
pergi ke kantor.
Kebiasaan malas
timbul karena kita
cenderung
mengaitkan
masa
depan dengan
persepsi negatif.
Anda menunda-
nunda pekerjaan
karena cenderung
membayangkan
setumpuk
tugas
yang harus
dilakukan di kantor.
Belum lagi
berhubungan
dengan
orang-
orang yang Anda
tidak sukai,
misalnya.
Sayangnya,
menunda-nunda
pekerjaan
pada
akhirnya akan
mengundang stress
karena mau tidak
mau satu saat Anda
harus
mengerjakannya.
Di
waktu yang sama
Anda juga mungkin
punya banyak
pekerjaan lain.
Dalam beberapa hal,
Anda
pun mungkin
akan kehilangan
momen untuk
berkembang ketika
Anda mengatakan
“tidak” terhadap
sebuah kesempatan

Anda malas
bertindak karena
bayangan negatif
tentang hal-hal
yang memberatkan
didepan.
Di artikel ini saya
ingin memberikan
beberapa tips untuk
mengatasi rasa
malas. Tips ini bisa
Anda praktekkan di
tempat kerja
ataupun lingkungan
keluarga:
Ganti “Kapan
Selesainya”
dengan “Saya
Mulai Sekarang”
Apabila Anda
dihadapkan pada
satu tugas besar
atau proyek, Anda
sebaiknya JANGAN
berpikir mengenai
rumitnya tugas
tersebut dan
membayangkan
kapan
bisa
diselesaikan.
Sebaliknya,
fokuslah
pada
pikiran positif
dengan membagi
tugas besar
tersebut menjadi
bagian-bagian yang
lebih kecil dan
menyelesaikannya
satu demi satu.
Katakan setiap kali
Anda bekerja:
“Saya mulai
sekarang”
Cara pandang ini
akan
menghindarkan
Anda
dari perasaan
terbebani, stress,
dan kesulitan. Anda
membuat
sederhana
tugas
didepan Anda
dengan bertindak
positif. Fokus Anda
hanya pada satu hal
pada satu waktu,
bukan banyak hal
pada saat yang
sama.
Ganti “Saya
Harus” dengan
“Saya Ingin”
Berpikir bahwa
Anda harus
mengerjakan
sesuatu
secara
otomatis akan
mengundang
perasaan
terbebani
dan Anda menjadi
malas
mengerjakannya.
Anda
akan mencari
seribu alasan untuk
menghindari tugas
tersebut.
Satu tip yang bisa
Anda gunakan
adalah mengganti
“saya harus
mengerjakannya”
dengan “saya ingin
mengerjakannya”.
Cara pikir seperti ini
akan
menghilangkan
mental
blok dengan
menerima bahwa
Anda tidak harus
melakukan
pekerjaan
yang
Anda tidak mau.
Anda mau
mengerjakan tugas
karena memang
Anda ingin
mengerjakannya,
bukan
karena
paksaan pihak lain.
Anda selalu punya
pilihan dalam
kehidupan ini.
Tentunya pilihan
Anda sebaiknya
dibuat dengan
sadar dan tidak
merugikan orang
lain. Intinya adalah
tidak ada seorang
pun di dunia ini yang
memaksa
Anda
melakukan apa saja
yang Anda tidak
mau lakukan.
Anda Bukan
Manusia Sempurna
Berpikir bahwa
Anda harus
menyelesaikan
pekerjaan
sesempurna
mungkin
akan
membawa Anda
dalam kondisi
mental tertekan.
Akibatnya Anda
mungkin akan
malas memulainya.
Anda harus bisa
menerima bahwa
Anda pun bisa
berbuat salah dan
tidak semua harus
sempurna.
Dalam konteks
pekerjaan, Anda
punya kesempatan
untuk melakukan
perbaikan berulang
kali. Anda selalu
bisa negosiasi
dengan boss Anda
untuk meminta
waktu tambahan
dengan alasan yang
masuk akal. Mulai
pekerjaan dari hal
yang kecil dan
sederhana,
kemudian
tingkatkan
seiring
dengan waktu.
Berpikir bahwa
pekerjaan harus
diselesaikan secara
sempurna akan
membuat Anda
memandang
pekerjaan
tersebut
dari hal yang besar
dan rumit.
Saya harap tulisan
ini berguna.
Kemalasan
merupakan
sesuatu
yang normal dalam
hidup Anda. Karena
dia normal maka dia
pun
bisa diatasi.
Tiga tips diatas bisa
menjadi awal untuk
berpikir dan
bertindak berbeda
dari biasanya
sehingga Anda tidak
menyia-nyiakan
kesempatan
yang
datang hanya
karena malas
mengerjakannya.

Indonesiaku apa kabarmu?

Benarkah
Indonesia dirundung
bencana karena
korupsi?
Sosial
Budaya
Ngomongin
peristiwa di sekitar
kita....
Indonesia
Banyak Bencana
karena Banyak
Korupsi
Jakarta - Berbagai
bencana terus
melanda Indonesia.
Tsunami di
Mentawai yang
menewaskan
ratusan orang dan
letusan Gunung
Merapi yang
menewaskan
belasan orang,
terjadi hampir
bersamaan.
Hal ini dinilai
sebagai peringatan
dari Sang Pencipta
agar penduduk
Indonesia mau
bertobat.
"Pemimpin korupsi
dan tebang pilih
dalam menegakkan
hukum. Ini yang
harus dikoreksi,"
ujar pemimpin
Pondok Pesantren
Daarul Rahman,
Syukron Ma'mun
dalam tausyiahnya
di acara silaturahim
akbar Ponpes dan
Madrasah Diniyah
se-Jakarta Selatan
di Bumi
Perkemahan
Ragunan, Jakarta
Selatan, Rabu
(27/10/2010).
Syukron sepakat
bahwa semua
bencana terjadi
karena merupakan
fenomena alam.
Namun semua
bencana tersebut
juga merupakan
teguran dari Allah.
"Saya tidak
menafikan
perkataan para
ilmuwan. Tetapi
siapa yang punya
lempengan, punya
laut, punya gunung?
Semua milik Allah,
semua tidak akan
terjadi tanpa
digerakkan
pemiliknya," terang
dia yang diamini
para jamaah.
Syukron pun
meminta agar
seluruh penduduk
Indonesia
melakukan koreksi
diri. Bukan hanya
presiden atau
pemimpin, rakyat
pun diminta
mengkoreksi diri
dan bertobat.
"Kiai-kiai juga harus
dikoreksi,"
pesannya.
Sementara itu
ustadz Arifin Ilham
yang juga hadir,
terus mengajak
rakyat Indonesia
untuk terus berzikir
agar negeri ini
bebas dari bencana.
"Jadikan semuanya
sebagai tempat
berzikir. Kantor kita
pun adalah tempat
berzikir," pesan
Arifin.
sumber : http://
www.detiknews.com/
read/2010/1...upsi?
991102605
27th October
2010, 12:37
ibu2pkk
Mania Member
Join Date: Mar 2008
Location: pas per-3an .. belok kiri trus belok kanan
Posts: 3,259
Dengan musibah
yang banyak
melanda,
diharapkan menjadi
renungan pada diri
kita kepada Tuhan,
memperkuat ikatan
kita dengan alam ...
(sumber detik.com)