Tips Ketawa Sehat

Pernah
menghitung
berapa
kali
kita
tertawa?
Lalu
pernah
membandingkan
mana
yang lebih
sering tertawa, kita
para orang tua atau
anak-anak? Sebab
sepertinya, anak-
anak selalu
menemukan hal
membahagiakan
dalam
hidupnya
sehingga mudah
sekali untuk
tertawa.
Percaya atau tidak,
D’Arcy Lyness,
PhD., psikolog dari
situs Kids Health,
pernah melakukan
penelitian mengenai
siapa
yang lebih
sering tertawa,
orang tua atau
anak-anak.
Hasilnya,
anak-anak
bisa tertawa hingga
200 kali per hari.
Sementara orang
tua hanya 15-18
kali per hari.
Banyak hal yang
bisa membuat
anak-anak tertawa,
bahkan
hal sepele
sekalipun. Namun
seiring dengan
perkembangan usia
anak, sense of
humor-nya bisa
berubah. Oleh
karena itu, kita
perlu membantu
mengembangkannya.
Lyness
menyarankan
kita
untuk mulai
mengenalkan
humor
pada anak
sejak bayi, ini
adalah jalan terbaik
untuk menjalin
hubungan yang erat
dengan anak.
Awalnya, baru
berupa tawa anak
sebagai respon dari
tingkah lucu yang
dibuat orang
dewasa. Tapi pada
usia 6-7 tahun,
ketika kemampuan
berbahasa mulai
sempurna, anak
kita mulai bisa
memahami konsep
makna dan
memahaminya.
Bahkan humor
dipercaya dapat
menjadi stimulasi
kecerdasan anak.
Tak hanya itu, rasa
percaya diri anak
pun bisa dibangun
dari aktivitas
berbagi tawa ini.
Tapi bukan berarti
kita bisa berbagi
humor tanpa
melakukan seleksi.
Itu mengapa Diana
Loomans serta Julia
Godoy,
dalam buku
Positive Parenting,
menekankan
pentingnya
mencontohkan
humor
yang
mengajarkan
prinsip
cinta,
dukungan,
kreativitas,
dan
kepekaan. Dengan
begitu, tak hanya
membuat orang lain
gembira, tapi tak
juga merendahkan
atau menyakiti
perasaan orang lain.
Lalu aktivitas apa
yang bisa kita
manfaatkan untuk
membuat seluruh
anggota keluarga
merasakan
nikmatnya
tertawa?
Coba
sebarkan tawa
pada momen-
momen berikut ini :
1. Saat makan malam
di rumah.
Ini
adalah waktu di
mana seluruh
anggota keluarga
berkumpul dan
bercerita banyak
hal, maka tak heran
jika situasi santai ini
juga
dipenuhi oleh
humor. Bagi anak-
anak, interaksi ini
akan membangun
emosi positif
dengan orang tua.
Anak-anak juga
akan menambah
perbendaharaan
kata
sekaligus
mengembangkan
kognitif
anak-anak
usia sekolah.
2. Humor yang pas :
Teka-teki lucu.
Menurut
Fabiola P.
Setiawan, M.Psi,
psikolog anak, ini
adalah humor
dalam bentuk
permainan kata
yang dapat melatih
daya ingat dan
nalar anak dalam
menangkap cerita,
berimajinasi, serta
menciptakan cerita.
Hal ini juga
dibuktikan dari
penelitian Home
School Study of
Language and
Literacy
Development
yang
bekerja sama
dengan Harvard’s
Graduate School of
Education dan Clark
University.
Saat
melakukannya,
buatlah
ekspresi
tawa yang tulus,
seakan itu adalah
hal paling lucu yang
pernah ada.
Contoh : Kalau ayam
berkokok,
berarti
harimau…?
Harimau pagi.
3. Pada hari ulang
tahun anak.
Pada
hari ini, anak
kita akan bertemu
anak-anak lain,
mulai dari anak dari
teman kita atau
kerabat. Karena
jarang bertemu,
bisa jadi anak kita
canggung
berhadapan
dengan
mereka. Untuk itu,
acara ulang tahun
biasanya
diramaikan
dengan
permainan lucu
yang melibatkan
semua anak untuk
ikut serta. Dengan
begitu, anak-anak
bisa
mengembangkan
kehidupan
sosialnya.
4. Humor yang pas :
Permainan lucu.
Sesuaikan
jenis
humor dengan
tahap
perkembangan.
Khusus
untuk anak
usia sekolah,
bermain gerakan
lucu bisa jadi
aktivitas yang
mengasyikan,
begitu
ungkap
Fabiola. Jangan
lupa untuk
merancang
permainan
yang
bisa memberikan
ilmu positif, melatih
gerak, atau
mengasah
pengetahuan.
Ini
adalah modal anak
untuk menciptakan
humor yang
bermanfaat.
Contoh : Minta
anak-anak duduk
melingkar di atas
tikar, sementara
kita berdiri di
tengah mereka
sambil memberi
contoh gerakan
beberapa binatang.
Selanjutnya ketika
menyebut kata
“ayam”, maka
anak-anak harus
menirukan gerak
dan bunyi ayam.
Tapi jika anak keliru
meniru gerakan ini,
“hukum” mereka
dengan meminta
meniru gerak
binatang yang
mereka sukai. Lalu
anak-anak lain
boleh menebak
binatang apa yang
sedang diperagakan
itu.
5. Saat perjalanan
liburan.
Menempuh
jarak
yang jauh biasanya
akan membuat
buah hati kita
kelelahan. Apalagi
jika kita bepergian
dengan mengendari
mobil sendiri. Untuk
lebih menyegarkan
suasana dan
mengobati rasa
bosan anak, buat
suasana makin
semarak dengan
humor.
6. Humor yang pas :
Cerita lucu.
Kita
bisa
menceritakan suatu
humor atau
mungkin
pengalaman
kita
sendiri yang lucu.
Setelah itu, jangan
lupa memintanya
untuk juga
bercerita. Ini bisa
membuat anak kita
terangsang untuk
berimajinasi dan
menciptakan cerita
humornya sendiri.
Ini
penting untuk
meningkatkan rasa
penghargaan dalam
diri anak karena
anak merasa
dirinya baik dan
bermanfaat bagi
orang lain. Contoh :
Sewaktu pelajar Ini
penting untuk
meningkatkan rasa
penghargaan dalam
diri anak karena
anak merasa
dirinya baik dan
bermanfaat bagi
orang lain. Contoh :
Sewaktu pelajaran,
seorang anak yang
ditanya oleh ibu
gurunya.
Ibu guru: “Kamu
tahu, apa warna
bendera kita?
Anak : “Merah-
putih Bu.”
Ibu guru : “Bagus.
Ayo coba sebutkan
arti warna-warna
itu?”
Sinta : “Wah, saya
tahu betul itu, Bu.
Merah berarti rok,
sedangkan putih
berarti baju.”
Kontan satu kelas
tertawa dan ibu
guru hanya bisa
tersenyum.
Cerita ini tak hanya
membuat mereka
tertawa, tapi kita
juga bisa memberi
ilmu baru pada
anak. Misalnya
menjelaskan arti
warna merah dan
putih pada cerita
bendera tadi.
Memulihkan anak
dari rasa sedih.
Seperti kita, anak-
anak juga perlu
didukung saat
sedih. Setiap anak
punya cara dan
waktu sendiri
dalam menghadapi
kesedihan. Ada
yang dia, menangis,
atau bercerita. Ada
juga yang butuh
waktu lama, tapi
ada pula yang cepat
melupakan
kesedihannya.
Kita memang tak
bisa memaksakan
situasi gembira
dalam suasana ini.
Tapi tak ada
salahnya untuk
berusaha
menghibur
anak
dan membuatnya
kembali tersenyum.
Kemudian
tunggulah
waktu
yang tepat untuk
memulai suasana
gembira. Demikian
saran Fabiola.
7. Humor yang pas:
Gambar lucu atau
dogeng.
Ajak
anak untuk
bersama-sama
membaca
komik,
cerita bergambar,
atau karikatur lucu.
Jika ada yang tak
dimengerti, maka
bantu dia untuk
memahaminya.
Atau
pilihkan cerita
untuk dibacakan
sebelu

Sumber :

www.preventionindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih tuk komentar Anda, thanks for your coment.