Dihantui Hantu

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Ini adalah kisah nyata dalam kehidupan saya, bukan mendompleng dari film-film ataupun komik dan buku horor.
Diawali semenjak usia anak-anak, remaja sampai kini hampir stengah perjalanan hidup ini, saya kerap di hantui sosok yang entah bagaimana sosok rupa dan bentuknya.
Kejadian ini mungkin tak kan saya alami seandainya saja dulu saya tidak mencukur habis kdua alis mata saya.
Atau ini hanya mitos atau sebuah kebetulan sajakah?

Yang jelas, semenjak saya memplontoskan kedua alis mata saya, seakan tidur selalu di temani mimpi buruk yg berakibat kestabilan detak jantung tidak wajar.
[img=http://muchopick.mywapblog.com/files/show3.jpg]
Misal tidur sendiri ataupun rame-rame bareng temen atau keluarga, seringkali seakan dalam mimpi, saya bertemu bermacam rupa mahluk yang membuat bulu kuduk merinding, tulang kaku, mulut terkunci dan lidahpun tak dapat mengucap walau hanya dehem-dehem.
Dalam istilah jawanya di rep-erep.
Oyah saya lihat di kotak komentar tadi ada yang bertanya, untuk apa saya mencukur habis kedua alis mata saya?

Kalau saya tahu akibatnya begini, tentu saya tak pernah melakukan nya.
Saya hanya iseng saja, berhubung yang separo sudah hangus terbakar saat meniup api buat masak pake kayu (waktu kecil dulu skitar tahun 90an kami masih masak apapun pake kayu bakar), nah semenjak alis mata sbelah kiri saya terbakar, sayapun iseng mencukurnya dgn silet sampai habis, yg kanan juga.
Saya pikir biar numbuhnya bareng dan sama rata.
Eh malah diledekin sama yang ini nih
show.jpg
Bukan cuma dalam mimpi aja sob, dalam sadarpun saya kerap ngalamin penampakan.
Ceritanya gini sob, dulu waktu saya seumuran anak SD, di kampung kami kalau ada yang hajatan sering nanggap (hiburan) video teatre, atau ya semacam tv gede beberapa buah dan di letakkan menghadap tamu undangan dan lainnya menghadap berlawanan, di khususkan buat non tamu undangan, dgn sound system tinggi bertumpuk dan ada di beberapa sudut.
Pokoknya seru banget sob, jaman itu kan belum banyak yg punya tv. Oke kembali ke cerita saya, tiap ada hiburan video teatre, saya beserta teman selalu nonton, bahkan kadang sampai pagi, kalau ngantuk ya tinggal masuk dalam sarung, tekuk kaki dan zhzhzh.
Seingat saya, kami tidur bersama, tapi ketika..saya terbangun, tinggal saya sendiri, padahal belum juga pagi, baru sekitar jam 2 an.
Akhirnya saya memutuskan untuk pulang sendirian padahal jarak antara yang punya hajatan dgn rumah saya sekitar 1,5 km, jalan kaki, listrik belum ada, masih ingusan lagi, hehehe. . .
Untungnya ada bulan walau cuma berbentuk sabit. Sayapun jalan terseok krn baru juga bangun tidur. Nah, pas di sebuah pertigaan, tiba-tiba bulu kuduk ini berdiri semua, saat angin dingin menerpa halus dari arah belakang.
setan.jpg
Perasaan tak karuan pun berkecamuk dalam hati, mesti nengok ke belakang dan mencari sumber rasa merinding ini, teriak ataukah lari?

Tapi heran nya, cuma kaki saja yg bisa saya gerakkan, mulut, kepala, tangan dan mata tak bisa saya ajak kompromi, sampai akhirnya saya teringat bahwa saya mesti baca apapun semampu saya walau dalam hati, sampai akhirnya telinga saya mendengar sesuatu begitu dekatnya yang sumbernya berasal dari arah belakang saya. Seperti suara bergesekan nya tulang, klarak, klarrrak, kllaraaak.
Ya Allah, lindungi hamba-Mu yg kecil ini, 'do'a saya dalam hati'.
Suara tsb terus mengikuti saya walau saya sudah setengah berlari karna ada rasa takutnya juga sob, bgaimana tidak?
Sendirian, gelap, tengah malam lagi. Sampai akhirnya tibalah saya di rumah, saya langsung dorong pintu krn memang pintunya tak di kunci jika saya pergi bersama teman.
Ketika saya masuk dan hendak menutup pintu, barulah saya melihat... seperti apa kiranya makhluk yg menemani saya pulang nonton. . .
hantu-duyung.jpg
Tinggi, kurus, putih mengkilat di terpa remang sinar rembulan, kepala cuma tengkorak, mata hitam besar, bolong, hwaaaaaaaa . . .
Saya banting pintu dan lari kekamar, masuk sarung dan ngeringkuk di samping abah (bapak kandung saya) .
Ya sobat, perlu sobat ketahui, kampung saya termasuk angker, karna di apit oleh 2 sungai, dan di tengahnya di belah oleh jalan raya alternatif Jakarta-Jogja-Purwokerto dan wilayah sekitarnya.
Sampai saat inipun, jika saya pulang ke kampung, saya masih suka merinding di beberapa tempat, bukan cuma di waktu malam saja, di siang bolongpun seringkali mata ini seakan terpaku dgn detak jantung terhenti sesaat, sementara saya penasaran apa yg ada di depan mata atau raga ini?
pocong.jpg
Sebenernya masih banyak sob yang mau saya ceritakan disini, atau saya lanjut lain waktu saja ya?
OK kiranya saya cukupkan postingan saya kali ini. Kurang dan lebihnya saya cuma minta 1 ke makluman dari para master mwb yang saya hormati dan saya sayangi.
Tetap jaga kondisi jiwa dan raga agar tetap bisa beraktifitas di bulan penuh barokah ini.
Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.